Laman

Rabu, 06 Juli 2011

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu

Tidung merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini masih dalam wilayah DKI Jakarta dan dapat menjadi salah satu alternatif tujuan pantai selain pantai Ancol. Pulau Tidung sendiri sebenarnya terdiri dari 2 pulau, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Besar merupakan salah satu pulau terbesar diantara pulau-pulau lain di kepulauan seribu. Sedangkan Pulau Tidung Kecil tidak berpenghuni. Pulau ini semakin ramai menarik wisatawan karena daya tarik pulau ini yang kian tersebar. Pulau Tidung memiliki hamparan pasir putih yang membuat pantainya menjadi cantik. Air laut kebiruan yang jernih memungkinkan para wisatawan untuk melihat lebih jauh ke dasar air yang terdapat ikan-ikan cantik atau terumbu karang.

Transportasi ke Pulau Tidung

Waktu tempuh mencapai Pulau Tidung tidak terlalu lama. Dengan menggunakan kapal dari Muara Angke, Jakarta, waktu yang diperlukan sekitar 2-3 jam. Jadwal kapal menuju Pulau Tidung sekitar pukul 07.00 WIB, jadi jangan sampai terlambat agar Anda tidak ditinggal. Karena perjalanan melalui air, maka Anda tidak akan dibosankan oleh kemacetan yang biasa terjadi di jalan-jalan darat menuju tempat wisata yang biasa terjadi pada musim liburan. Selain itu, untuk menikmati semua keindahan ini, biaya yang diperlukan tidak terlalu besar sehingga tidak perlu menabung lama untuk berkunjung ke Pulau Tidung. Biaya naik perahu menuju Pulau Tidung sebesar Rp 33.000,- per orang.
Cara lain menuju Tidung adalah menggunakan jasa wisata yang ditawarkan. Biasanya kapal akan berangkat dari Ancol dan menggunakan kapal boat khusus. Dan tentunya harga yang ditawarkan lebih mahal dibanding menggunakan perahu.

Jembatan Cinta

Jembatan CintaPulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil dihubungkan oleh jembatan yang menjadi ciri khas dari pulau ini. Jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Cinta ini menjadi salah satu tempat yang biasa dikunjungi bagi para wisatawan. Panjang jembatan ini kira-kira 800 meter. Dari jembatan yang terbuat dari kayu ini, wisatawan dapat melihat pemandangan di dalam air laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan yang lincah berenang pada sisi-sisi jembatan. Saat pagi atau sore hari, jembatan ini menjadi tempat yang romantis untuk melihat matahari terbit atau terbenam. Anda juga dapat menguji keberanian dengan melompat ke dalam laut dari Jembatan Cinta yang tingginya sekitar 10 meter. Aktivitas yang biasa dilakukan para pengunjung Pulau Tidung.

Fasilitas Pulau Tidung

Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan di Pulau Tidung antara lain bersepeda mengelilingi pulau, pantai atau menyusuri Jembatan Cinta. Sepeda yang disewakan dengan harga Rp 15.000,- per hari memungkinkan Anda berpuas-puas mengelilingi pulau ini. Tidak ada mobil di pulau ini sehingga jalan-jalan yang ada diantara rumah-rumah penduduk bukanlah jalan yang lebar. Rumah-rumah sederhana milik penduduk, tanaman-tanaman yang ada di depan rumah, tumbuhan rimbun di sisi jalan dan pohon kelapa di sekitar pantai menciptakan suasana berbeda dari perkotaan. Aktivitas yang menyenangkan sekaligus sebagai sarana membugarkan tubuh yang letih.
Snorkeling merupakan kegiatan yang tepat dilakukan di pantai Tidung. Airnya yang jernih membuat kita dapat melihat aneka makhluk hidup yang ada di bawah air beserat terumbu karang yang ada. Jika tidak membawa peralatan snorkeling, Anda dapat menyewanya dengan harga Rp 35.000,-. Untuk menikmati pemandangan yang lebih indah, Anda dapat menyewa perahu agar dapat mencapai beberapa spot bawah laut yang indah.
Banana Boat dan kano merupakan permainan air yang dapat dicoba di sekitar pantai Pulau Tidung. Berenang di dekat pantai dengan anak-anak akan membuat anak-anak menikmati rekreasinya. Pantai yang dangkal dan airnya yang bersih layak menjadi tempat main untuk anak.
Setelah puas bermain di pantai, segarkan diri Anda dengan menikmati kelapa muda di pinggir pantai. Untuk mengisi perut yang lapar, ada warung-warung nasi yang dimiliki penduduk pulau ini. Anda dapat berinteraksi dengan para penduduk yang ramah. Penduduk tidak bersifat komersial, sehingga harga makanan dan minuman tidak dipatok dengan harga yang tinggi. Anda masih bisa mendapatkan seporsi makanan dengan harga Rp 10.000,-.
Jika Anda memutuskan untuk menginap di pulau ini, jangan lewatkan kesempatan untuk BBQ di pinggir pantai. Menikmati ikan bakar dan makanan laut lainnya sambil ditiup udara malam pantai yang sejuk dan debur ombak pasti akan membuat selera makan bertambah.

Penginapan di Pulau Tidung

Tempat penginapan di pulau ini bukanlah resor atau hotel mewah. Para pengunjung pulau ini dapat menginap secara homestay. Rumah-rumah penduduk disewakan untuk para wisatawan yang ingin menikmati pulau ini. Anda dapat memilih apakah ingin menginap di kamar dengan AC atau tanpa AC. Walau tidak semewah hotel atau resor, penginapan di Pulau Tidung cukup bersih dan yang pasti harganya tidak memberatkan kantong. Bagi para backpakers atau yang ingin mencoba alternatif lain, Anda dapat berkemah di pinggir pantai untuk bermalam.
Pemandangan pantai dan laut yang akan Anda dapatkan di Pulau Tidung tidak kalah dengan pantai lain yang terkenal. Untuk menuju pulau ini juga tidak diperlukan biaya yang terlalu besar. Banyak paket wisata yang manawarkan wisata ke pulau ini dengan biaya sekitar Rp 300.000,- yang sudah mencakup biaya transportasi, makan dan penginapan. Maka, jika Anda ingin berekreasi tanpa harus dipusingkan oleh biaya, Pulau Tidung menjadi salah satu tujuan wisata Jakarta yang menarik dikunjungi.

Sumber : http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/357-pulau-tidung-kepulauan-seribu.html

Green Canyon - Pangandaran

Tempat wisata Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat, kurang lebih 31 km dari Pangandaran. Nama Green Canyon dikenalkan oleh wisatawan dari Prancis. Warna air sungai yang kehijauan mungkin menjadi alasan tempat ini disebut Green Canyon. Sedangkan nama sebelumnya, Cukang Taneuh berarti jembatan tanah karena adanya jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang mencapai 40 meter yang menghubungkan antara Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras.


Sungai Cijulang


Green Canyon Pangandaran

Yang menjadi tujuannya adalah terowongan menyerupai gua yang berada di bawah jembatan tanah yang dikenal dengan Gua Green Canyon. Untuk mencapai gua tersebut, Anda harus menyusuri sungai Cijulang menggunakan perahu yang disebut sebagai ketinting. Perahu ini hanya mampu ditumpangi oleh 5 penumpang. Harga sewa perahu atau ketinting sebesar Rp 75.000,- per perahu. Waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan yang dimulai dari dermaga Ciseureuh menuju gua kurang lebih 30 menit.
Di sisi aliran sungai Cijulang Anda dapat menikmati tebing bukit yang ditumbuhi hijaunya pepohonan yang rimbun dan bebatuan yang menghiasinya. Perjalanan tidak akan membosankan karena pemandangan yang indah dan santainya menikmati aliran sungai. Naik ketinting juga dapat menciptakan keunikan tersendiri, khususnya untuk anak-anak yang menyenangi air.
Saat hampir sampai, jalur akan menyempit sehingga perahu harus bergantian untuk memasuki jalur ini. Ada pula pengatur yang memberi arahan untuk para pengemudi perahu agar dapat melaju dengan tertib. Mendekati mulut gua, ketinting tidak dapat lagi untuk mengantarkan Anda dan rombongan karena jalur yang tidak mungkin dilalui.

Gua Green Canyon

Gua Green Canyon


Pemandangan yang indah menanti Anda setelah turun dari perahu. Anda dapat menikmati sisi gua yang kokoh dengan melihat stalagtit dan stalagmit yang masih meneteskan air. Air terus menerus dikeluarkan di tebing sehingga daerah ini disebut sebagai daeah hujan abadi. Anda juga dapat berenang dalam gua dengan menggunakan pelampung. Anda akan merasakan air yang terasa dingin dan menyegarkan. Pemandangan semakin cantik ketika menyaksikan air terjun Palatar yang terdapat dalam Gua Green Canyon. Berenang di air yang dingin sambil menikmati tebing-tebing tinggi dan melihat stalagtit dan stalagmit pasti merupakan pengalaman tersendiri yang tidak terlupakan.
Green Canyon atau Cukang Taneuh memang merupakan tempat wisata yang indah di daerah Pangandaran. Tetapi, bila Anda berniat mengunjungi tempat ini sebaiknya berkunjung pada musim kemarau karena pada musim ini, air sungai Cijulang berwarna hijau tosca. Sedangkan pada musim hujan, saat curah hujan tinggi, air sungai akan berwarna coklat. Selain itu pada musim hujan ada kemungkinan air sungai akan pasang atau aliran air sungai yang terlalu deras sehingga tempat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung.

Sumber : http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/207-green-canyon-pangandaran.html#Lokasi