Laman

Minggu, 18 Desember 2011

Keberhasilan Koperasi


Koperasi mempunyai peran yang sangat penting sebagai pelaku ekonomi. Maka pertumbuhan dan perkembangannya perlu mendapatkan perhatian dan ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan yang baik bagi para anggotanya dan masyarakat.

Keberhasilan yang dicapai koperasi tidak semata-mata diukur dengan tingkat efisiensi koperasi sebagai perusahaan ataupun keuntungan yang didapat, melainkan diukur dengan seberapa efisien koperasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, serta dapat menimbukan dampak yang baik untuk lingkungan. Adapun syarat-syarat agar koperasi dapat mencapai keberhasilan1, yaitu :
a.    Berusaha dengan efisien dan produktif
b.    Efisien dan efektif bagi para anggota
c.    Memberikan saldo bagi setiap anggota dalam jangka panjang
d.    Menghindari terjadi sitasi, dimana kemanfaatan dari usaha bersama merupakan barang milik umum

Menuruy H. Sutaryo Salim, keberhasilan koperasi dapat dilihat dari :
a.    Keberhasilan usaha (business success)
b.    Keberhasilan anggota (member success)
c.    Keberhasilan pembangunan (development success)

Adapun pendapat dari para ahli mengenai keberhasilan koperasi, yaitu:
·         Jochen Ropke
Perlu adanya uji partisipasi dan uji pasar untuk mengukur keberhasilan koperasi. Ke dua ujian tersebut menggambarkan bahwa koperasi harus memiliki potensi keunggulan bersaing di banding dengan lembaga lain.
·         Muslimin Nasution
Keberhasilan usaha KUD adalah untuk menunjang kegiatan usaha atau rumah tangga anggotanya dalam rangka meningkatkan kekuatan ekonominya melalui penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan yang sangat berkaitan dengan realisasi dari skala ekonomi, perbankan, posisi pasar atau pangsa pasar dan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar dalam komunikasi, informasi dan inovasi.
·         A. Hanel
Hasil usaha dan keberhasilan koperasi tidak timbul sendir, melainkan merupakan akibat dari usaha koperasi yang giat tergantung pula pada kerjasama yang efektif dan kontribusi para anggota terhadap perkembangan koperasi dan yang memerlukan tingkat solidaritas atau loyalitas.
·         Atje Partadiredja
Di mana keberhasilan koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang manajemen, jika orang-orang dalam manajemen itu jujur, cakap dan giat, besarlah kemungkinannya koperasi akan maju pesat, sebaliknya jika tidak cakap, curang atau tidak berwibawa tentulah koperasi pun akan mundur atau tidak semaju seperti yang diharapkan.
·         Ima Suwandi
Keberhasilan KUD diukur dari segi organisasi yang meliputi kegiatan keanggotaan, kegiatan pengurusan dan kegiatan administrasi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perdagangan dan Koperasi bekerja sama dengan lembaga Penelitian IPB tahun 1983, mengemkaan bahwa keberhasilan koperasi dapat dinilai dari tiga sisi, yaitu :
1.    Sisi organisasi
2.    Sisi ekonomi
3.    Sisi social

Ketiga sisi memiliki bobot yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam usaha pengembangan dan pembinaan KUD.

Tujuan utama dari koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat, jadi keberhasilan koperasi diukur dari seberapa besar pengaruh koperasi dalam upaya mensejahterakan anggota dan masyarakat. Apabila keberadaan koperasi dirasakan tidak memberikan dampak apa apa kepada anggota dan masyarakat, maka koperasi tersebut belum/tidak berhasil. Namun, apabila keberadaan koperasi tersebut dirasakan dapat memberikan pengaruh baik dan menguntungkan anggota dan masyarakat, maka koperasi tersebut dapat dikatakan berhasil.Faktor-faktor interen dalam keberhasilan koperasi adalah kejujuran, kecapakan, giat dan manajemen yang baik dari anggota dan kepengurusan koperasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar